الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, Sahabat Al Qur’an yang semoga Allah Ta’ala muliakan, Alhamdulillah pada pertemuan kemarin kita telah menuntaskan bab hukum mim sukun. dan pada kesempatan kali ini biidznillahi ta’ala  kita akan membahas mengenai bab selanjutnya yang ada didalam matan tuhfatul athfal ini, yaitu bab hukum Lam pada alif lam & pada lam fiil

Penulis rahimahullah berkata:

أُولاهُمَــا إِظْهَـــارُهَا فَلتَعْرِفِ

لِلامِ أَلْ حَــالانِ قَبْـلَ الأَحْـــرُفِ

Untuk hukum lam sukun pada alif lam ada 2 macam. Pertama idzhar (alif lam qamariyah), hendaknya anda mengetahui

مِنِ ابْـغِ حَجَّكَ وَخَــفْ عَقِيمَهُ

قَبْـلَ ارْبَـعٍ مَـعْ عَشْرَةٍ خُذْ عِلْمَـهُ

Bahwa ia (lam tersebut) berada sebelum 14 huruf (hijaiyyah) yang terkumpul dalam ungkapan (ابْـغِ حَجَّكَ وَخَــفْ عَقِيمَهُ)

Penjelasan:

Alif lam biasa disebut juga dengan Lam ta’rif, dan lam ta’rif adalah

هِيَ لَامٌ سَاكِنَةٌ زَائِدَةٌ عَنْ بُنْيَةِ الْكَلِمَةِ تَقَدَّمَهَا هَمْزَةُ وَصْلٍ تُفْتَحُ عِنْدَ الْاِبْتِدَاءِ بِهَا، وَيَلِيْهَا اِسْمٌ

 “Lam sukun zaidah (sebagai huruf  tambahan) dari asal kata yang didahului oleh hamzah washal yang difathahkan ketika memulai (bacaan) dengannya, yang (lafadz) berikutnya adalah isim .”[1]

Hukum lam sukun pada lam ta’rif ini ada dua, yaitu idzhar atau yang disebut dengan idzhar qamari dan idgham atau yang disebut dengan idgham syamsi

Idzhar lam sukun pada hukum pertama dinamai dengan idzhar qamari, sedangkan lamnya disebut lam qamariyah.[2]

Dan huruf idzhar qamari ini ada 14 yaitu:

ء ، ب ، غ ، ح ، ج ، ك ، و ، خ ، ف ، ع ، ق ، ي ، م ، ه

Semua huruf tersebut terkumpul dalam ungkapan:

ابْـغِ حَجَّكَ وَخَــفْ عَقِيمَهُ

Sebab terjadinya atau dihukumi idzhar qamari adalah jauhnya makhraj huruf lam dengan makhraj 14 huruf tersebut.

Dan huruf hijaiyah qamariyah diibaratkan seperti qamar (bulan) Adapun lam diibaratkan seperti bintang-bintang pada malam hari yang tetap terlihat dan tampak jelas walaupun bulan telah muncul. Maka huruf lam yang bersukun tetap dibaca jelas sukunnya apabila bergabung  dengan huruf tersebut.

Rumus

Huruf lam sukun dibaca idzhar apabila setelahnya terdapat salah satu dari huruf dalam ungkapan ini

ابْـغِ حَجَّكَ وَخَــفْ عَقِيمَهُ

Contoh

الْجِبَالُ

الْحَكِيمُ

الْأَعْلَى

 

Kemudian penulis rahimahullah berkata:

وَعَشْرَةٍ أَيْضــاً وَرَمْزَهَا فَــعِ

ثَانِيهَمَــا إدْغَامُهَـا فـِي أَرْبَــعِ

Yang kedua adalah mengidghamkannya ( ل ) juga pada 14 huruf, pahamilah rumusnyayaitu

دَعْ سُوءَ ظَنًّ زُرْ شرِيفــاً لِلكَرمْ

طِبْ ثُمَّ صِلْ رَحْماً تَفُزْ ضِفْ ذَا نِعَـمْ

 

وَاللَامَ الأٌخْرَي سَمِّــهَا شَمْسِيَّهْ

وَاللامَ الأُولَــي سَمِّـهَا قَمْـــرِيَّهْ 

Lam yang pertama sebutlah dengan nama qamariyah, dan lam yang kedua sebutlah dengan nama syamsiyyah

Penjelasan:

Idgham lam sukun pada hukum kedua dinamai dengan idgham syamsi, sedangkan lamnya disebut lam syamsiyyah

                Sebab idgham syamsi ada dua, yaitu tamatsul pada huruf lam (ل ) dan taqarub pada huruf-huruf selain lam

Dan huruf syamsiyyah ini berjumlah 14  huruf juga, yaitu

ط ، ث ، ص ، ر ، ت ، ض ،  ذ ، ن ، د ، س ، ظ ، ز ، ش ، ل

Semua huruf tersebut terkumpul dalam ungkapan

طِبْ ثُـمَّ صِلْ رَحْماً تَفُزْ ضِفْ ذَا نِعَـمْ – دَعْ سُوءَ ظَنًّ زُرْ شَرِيفــاً لِلكَرمْ

Huruf hijaiyah syamsiyah diibaratkan seperti syams (matahari) Adapun lam diibaratkan seperti bintang-bintang pada siang hari yang  tidak terlihat dan tidak tampak Ketika matahari muncul. Oleh karena itu huruf lam Ketika bertemu dengan huruf syamsiah, ia diidghamkan sehingga tidak tampak dalam bacaan.

Contoh

الزَّيْتُون

السَّلَامُ

الرَّحْمَـــن

 

Kemudian penulis rahimahullah berkata:

فِي نَحْوِ قُلْ نَعَمْ وَقُلنَا وَالْتَقــي

وَأَظْهِــرَنَّ لامَ فِعْــلٍ مُطْلَقَـــاً

Dan idzharkanlah lam fiil secara mutlak pada contoh   قُلْ نَعَمْ – قُلنَا – الْتَقــي ”

Penjelasan:

Lam fi’il adalah

هِيَ لَامٌ أَصْلِيَّةٌ وَقَعَتْ فِي فِعْلٍ

“Lam asli yang ada pada fi’il (kata kerja)

Lam fi’il berada pada dua keadaan yaitu:

  1. Keadaan Mutawassithah, adalah apabila lam sukun berada di tengah kata maka secara mutlak hukumnya idzhar, contoh:

قُلْ نَعَمْ

قُلْنَا

 

  1. Keadaan Mutatharrifah, adalah apabila huruf lam sukun berada di akhir kata, maka hukumnya ada dua, yaitu:

 

  1. Pertama, hukumnya idgham, yakni apabila setelah huruf lam sukun adalah selain huruf lam atau ra, contoh:

وَقُل رَّبٌّكُمْ

وَيَجْعَل لَّكُمْ

 

  1. Kedua, hukumnya idzhar, yakni apabila setelah huruf lam sukun adalah selain huruf lam atau ra atau yang berjumlah 26 huruf hijaiyah. Contoh:

وَقُل رَّبٌّكُمْ

وَيَجْعَل لَّكُمْ

 

 

Demikian penjelsan singkat mengenai bab hukum lam pada alif lam dan pada lam fiil yang bisa saya sampaikan.

 

 

SOAL LATIHAN

HUKUM LAM PADA ALIF LAM DAN PADA FIIL

PERTANYAAN

  1. Huruf idzhar qamari ada 14, diantaranya, kecuali:

غ ، ح ، ج

و ، خ ، ف

ق ، ي ، م

ع ، ق ، ص

 

  1. السَّلَامُ Hukum lam sukun pada lam ta’rif  disamping ini disebut …..

a. Idzhar qamari

b. Idgham syamsi

c. Idgham mimi

d. Idzhar halqi

 

  1. huruf idgham syamsiyyah berjumlah 14 huruf juga, diantaranya, kecuali:

ر ، ت ، ض

ذ ، ن ، د

د ، س ، ف

ظ ، ز ، ش

 

Kunci Jawaban : No. 1 : d, No. 2 : b No. 3 :  c

 

 

 

[1] Dirasatut Ilmit Tajwid lil Mutaqaddimin (hal. 98) dan Tajwid lengkap (hal. 267)

[2] Lihat Ghayatul Murid fi Ilmi Tajwid (hal. 84) dan Tajwid lengkap (hal. 268)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here