الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, berbahagia pada kesempatan ini Allah Ta’ala masih memberikan kemudahan kepada kita untuk istiqamah mempelajari salah satu ilmu syar,i dasar yaitu ilmu tajwid, suatu ilmu yang mulia, karena didalamnya dibahas tentang lafadz-lafadz Al Qur’an al kariim.

Telah berlalu pembahasan hukum min dan nun yang ditasydidkan, adapun sekarang kita beranjak kepada pembahasan selanjutnya yaitu bab mengenai hukum mim sukun , penulis rahimahullah berkata:

لا ألـفٍ ليَّنَةٍ لـِذِي الحِجَــــا

والميمُ إن تَسْكُنْ تَجِي قَبْلَ الهِجاَ

Mim sukun yang datang sebelum huruf hijaiyyah, yang bukan alif layyinah bagi orang  yang memahami

إِخْفَاءٌ اِدْغَامٌ وَإظْـهارٌ فَقَـــطْ

أحْكـَامُهَا ثَلاثَةٌ لِمَــنْ ضَبَطْ

Hukumnya ada 3 bagi yang hafal, yaitu ikhfa, idgham, dan idzhad saja

Sahabat Al Qur’an sekalian, pada dua bait diatas penulis mengisyaratkan bahwa hukum mim sukun ketika bertemu dengan huruf hijaiyyah itu ada 3, yaitu:

  1. Ikhfa Syafawi
  2. Idgham Mitslain
  3. Idzhar Syafawi

Yang dimaksud dari alif layinah adalah huruf-huruf mad yang tiga dan huruf wau serta ya layyinah, huruf-huruf ini dikecualikan dari hukum diatas karena huruf-huruf tersebut tidak datang melainkan dalam keadaan sukun

Kemudian penulis rahimahullah berkata:

وَسَمَّهِ الشَّفْــــوِيَّ لِلقــُرَّاء

فَالأَوَّلُ الإِخْفَـــاءُ عِنْدَ البَاءِ 

Yang pertama ikhfa  datang sebelum huruf ba, dan namakanlah ikhfa syafawi untuk para qari

Penjelasan:

Menurut Bahasa, makna ikhfa adalah satr yang artinya menyembunyikan, sedangkan arti syafawi adalah bibir. Adapun menurut istilah ikhfa syafawi adalah

النُّطْقُ بِالْمِيمِ السَّاكِنَةِ عَلَى صِفَةٍ بَيْنَ الإِظْهَارِ وَالْإِدْغَامِ مَعَ مُرَاعَاةِ الْغُنَّةِ وَعَدَمِ التَّشْدِيدِ إِذَا أَتَى بَعْدَهَا حُرُفُ الْبَاءِ

“Mengucapkan mim sukun antara sifat idhzar dan idgham dengan memperhatikan ghunnah dan tidak mentasydidkannya apabila datang setelahnya huruf ba”[1]

Sebab Penamaan

Huruf ikhfa syafawi hanya ada 1 yaitu huruf ba, dan disebut Ikhfa syafawi karena menyembunyikan huruf mim pada huruf ba di makhraj asy syafatain ( dua bibir) dan ikhfa syafawi ini tidak akan terjadi kecuali pada dua kata

Cara pengucapan

Pengucapan yang benar tentang cara mengikhfakan huruf mim sukun pada huruf ba adalah dengan ithbaq (merapatkan atau menutup) dua bibir tanpa mengerutkan (menekan) dengan tetap memperhatikan ghunnah.

Rumus

Apabila huruf mim sukun bertemu dengan huruf ba maka ia dibaca ikhfa syafawi

Contoh:

يَوْمَ هُم بَــــرِزُون

مَالَهُم بِهِ

إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ

 

Demikian disampaikan

 

SOAL LATIHAN

HUKUM MIM SUKUN

PERTANYAAN

  1. Huruf ikhfa syafawi hanya ada 1 yaitu …….

a. Huruf mim

b. Huruf ba

c. Huruf nun

d. Huruf lin

 

  1. مَالَهُم بِهِ hukum tajwid pada penggalan ayat yang bergaris bawah adalah …..

a. Ikhfa hakiki

b. Idgham

c. Ikhfa syafawi

d. Iqlab

 

  1. Hukum mim sukun ketika bertemu dengan huruf hijaiyyah itu ada …..

a. 1

b. 2

c. 3

d. 4

 

Kunci Jawaban : No. 1 : b, No. 2 : c No. 3 :  c

 

 

[1] Hilyatut Tilawah (hal. 165), Lihat Ghayatul Murid fii ‘Ilmi Tajwid (hal. 63) Tajwid Lengkap Asy Syafi’I (hal. 226)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here