الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, setelah kemarin kita membahas hukum idgham bighunnah, huruf-huruf nya, rumus serta contoh-contohnya . In Syaa Allah pada pertemuan kali ini, kita akan melanjutkan hukum selanjutnya, penulis rahimahullah berkata:

فِـي اللَام وَالــرَّا ثـُمَّ كَرِّرَنَّهْ

وَالثَّـانِ إِدْغَــامٌ بِغَيْـرِ غُنَّــــهْ

Dan kedua (dari pembagian idgham) yaitu idgham bighairi ghunnah pada lam dan ra yang anda sifati dengan takrir

Penjelasan:

Idgham bighairi ghunnah adalah memasukkan nun sukun atau tanwin ke dalam huruf berikutnya tanpa disertai ghunnah Ketika bertemu huruf lam dan ra.

Rumus

Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf lam atau ra maka ia dibaca idgham bighairi ghunnah

Contoh

شَرٌّ لَّكُمْ

يُبَيِّن لَّنَا

مِن لَّبَنٍ

لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

مِن رَّبِّكَ

مِن رَّبِّهِمْ

Ikhwanil Qiram, idgham dari sisi kesempurnaan terbagi menjadi dua, yaitu idgham kamil dan idgham naqish

Idgham Kamil

Idgham kamil (idgham yang sempurna) adalah meleburnya huruf yang diidghamkan pada huruf berikutnya, baik secara zat maupun sifatnya. Dan ia ada pada 4 huruf, yaitu: nun, ra, mim, dan lam

Tanda idgham kamil untuk nun sukun pada huruf nun, ra, mim, dan lam adalah nun yang tidak diberi tanda sukun dan huruf berikutnya bertasydid. Contoh

مِن مَّآءٍ

أَن رَّءَاهُ

Tanda idgham kamil untuk tanwin pada huruf-huruf yang telah disebutkan diatas adalah tatabu’ harakatain (tanwin beriringan tidak sejajar) dan huruf berikutnya bertasydid. Contoh

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ

شَىءٍ نُّكُرٍ

 

Idgham Naqish

Idgham Naqish (idgham yang kurang atau tidak sempurna) adalah meleburnya huruf yang diidghamkan pada huruf berikutnya dari sisi zatnya, bukan sifatnya. Dan ini ada pada 2 huruf, yaitu: wau dan ya. Dan perlu diingat bahwa sifat ghunnah pada 2 huruf ini tetap tampak.

Tanda idgham naqish untuk nun sukun pada huruf wau dan ya adalah nun yang tidak diberi tanda sukun dan huruf berikutnya tidak bertasydid. Contoh:

مِن وَرَآئِهِمْ

مَن يَعْمَلْ

Tanda idgham naqis untuk tanwin pada dua huruf diatas adalah tatabu’ harakatain (tanwin beriringan, tidak sejajar). Contoh:

 سِنَةٌ وَلَانَوْمٌ

خَيْرًايَرَهُ

 

Demikian disampaikan

 

SOAL LATIHAN

HUKUM NUN SUKUN & TANWIN  (3)

PERTANYAAN

  1. Meleburnya huruf yang diidghamkan pada huruf berikutnya, baik secara zat maupun sifatnya, merupakan definisi dari idgham …….

a. Naqish

b. Kamil

c. Mimi

d. Bighunnah

 

  1. Tanda idgham ……. untuk nun sukun pada huruf wau dan ya adalah nun yang tidak diberi tanda sukun dan huruf berikutnya tidak bertasydid.

a. Naqish

b. Kamil

c. Mimi

d. Bighunnah

 

  1. Memasukkan nun sukun atau tanwin ke dalam huruf berikutnya tanpa disertai ghunnah Ketika bertemu huruf lam dan ra, merupakan definisi dari idgham …….

a. Naqish

b. Kamil

c. Bighunnah

d. Bighairi ghunnah

 

Kunci Jawaban : No. 1 : b, No. 2 : a No. 3 :  d

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here