الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, setelah kemarin kita membahas salah satu hukum dari bab hukum nun sukun dan tanwin dari matan tuhfatul athfal yaitu hukum idzhar. In Syaa Allah pada kesempatan kali ini, kita akan membahas hukum berikutnya dari bab nun sukun dan tanwin ini, penulis rahimahullah berkata:

فِي يَرْمَلـُونَ عِنـْدهُم قَدْ ثَبَتتْ

والثَّـانِ إِدْغَـامٌ بِسَتَّـــة أتـــَتْ

Yang kedua idgham dengan 6 huruf yang akan datang, yaitu pada ( يَرْمَلـُونَ ), yang sudah tetap menurut ulama qiraah

Penjelasan:

Menurut bahasa, idgham adalah memasukkan. Adapun menurut istilah adalah:

 إِيْصَالُ حَرْفٍ سَاكِنٍ بِحَرْفٍ مُتَحَرِّكٍ بِحَيْثُ يَصِيرَانِ حَرْفًا وَاحِدًا مُشَدَّدًا كَالثَّانِي يَرْتَفِعُ الْمَخْرَجُ عَنْهُمَا إِرْتِفَاعَةً وَاحِدَةً

“Menggabungkan huruf yang sukun dengan huruf yang berharakat, sehingga keduannya menjadi satu huruf  yang bertasydid seperti huruf yang kedua, dan makhraj keduanya terucap secara bersamaan.”[1]

Kemudia penulis rahimahullah berkata:

فِي يَرْمَلـُونَ عِنـْدهُم قَدْ ثَبَتتْ

بِسَتَّـــة أتـــَتْ

dengan 6 huruf yang akan datang, yaitu pada ( يَرْمَلـُونَ ), yang sudah tetap menurut ulama qiraah

Penjelasan:

Huruf idgham ada 6 huruf, yaitu: Ya, Ra, Mim, Lam, Wau, Nun

Idgham terjadi karena dua keadaan, tamatsul (kemiripan) dan taqarub ( Berdekatan). Tamatsul yaitu nun sukun dengan huruf nun dan mim, sedangkan taqarub  yaitu nun sukun dengan huruf-huruf lainnya seperti : wau, ya, ra dan lam

Kemudia penulis rahimahullah berkata:

فِيــِه بِغُنَّـةٍ بِيَنمُـو عُلِمَــا

لَكنَّهَـا قِسْمــانِ قسْــمٌ يُدْغَمَــا

Akan tetapi ia terbagi dua bagian: bagian (pertama) idgham bighunnah pada (huruf) yanmuw yang sudah diketahui

Penjelasan:

Idgham ada 2 macam, yaitu idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah

Idgham bighunnah adalah memasukan nun sukun atau tanwin ke dalam huruf berikutnya yaitu huruf ya, nun, mim, dan wau, dibaca dengan ghunnah (dengung)

Rumus

Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf : ya , nun, mim, dan wau maka cara membacanya di idgham-kan (dimasukkan) ke dalam huruf berikutnya dengan tempo ghunnah yang dipanjangkan

Contoh

شَيْءٍ نُّكُرٍ

ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ

مِن نُّورٍ

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ

مِن مَّلْجَإٍ

مِن مَّآءٍ

خَيْرًا يَرَهُ

لَن يَضُرُّوكُمْ

مَن يَعْمَلْ

عِوَجًا وَهُمْ

مِن وَالٍ

مِن وَرَآئِهِمْ

 

Kemudia penulis rahimahullah berkata:

تـُـدْغِمْ كَـدُنْيَا ثُمَّ صِنْوَانٌ تَلا

إِلا إذَا كَــانَا بِـكلْمَـةٍ فَـــــلا

Kecuali jika keduanya pada satu kata, maka janganlah anda mengidghamkannya, seperti   دُنْيَا   kemudian yang berikutnya  صِنْوَانٍ

Penjelasan:

Dua contoh kata pada matan diatas, walaupun bentuknya menyerupai idgham bighunnah, yaitu nun sukun bertemu dengan huruf ya atau huruf wau, maka contoh tersebut tidak diidghamkan, karena dalam satu kata. Para ulama tajwid mengistilahkan contoh diatas dengan sebutan idzhar mutlaq, karena khawatir tertukar dengan kata mudha’af (yang memiliki huruf ganda)

 

Demikian disampaikan

 

 

SOAL LATIHAN

HUKUM NUN SUKUN & TANWIN  (2)

PERTANYAAN

  1. Menurut bahasa idgham adalah …….

a. Mengeluarkan

b. Mendekatkan

c. Memasukkan

d. Menempelkan

 

  1. Memasukan nun sukun atau tanwin ke dalam huruf berikutnya yaitu huruf ya, nun, mim, dan wau, dibaca dengan ghunnah merupakan definisi dari idgham …….

a. Mimi

b. Bighunnah

c. Bilaghunnah

d. Mitslain

 

  1. Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ya, nun, mim, dan wau maka dibaca dengan cara …….

a. Samar

b. Jelas

c. Tipis

d. Dengung

 

Kunci Jawaban : No. 1 : c, No. 2 : b No. 3 :  d

[1] Hilyatut Tilawah (hal. 160) & Tajwid Lengkap Asy Syafi’I (hal 219)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here