بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, setelah kemarin kita membahas membaca basmalah pada awal surah, in Syaa Allah biidznillahi ta’ala kita akan membahas membaca basmalah pada pertengahan surah dan membaca basmalah diantara dua surah.

Memulai membaca Al Qur-an pada pertengahan surah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan basmalah dan tanpa basmalah

Membaca dengan Basmalah

Apabila seseorang memulai membaca Al Qur’an pada pertengahan surah, kemudian mengucapkan basmalah diantara istiadzah dan pertengahan surah, maka diperbolehkan baginya menerapkan empat kaifiyah (tata cara) seperti saat memulai membaca istiadzah, basmalah dan awal surat.

Empat cara yang dimaksud adalah

  1. Memutus semua ( قَطْعُ الْجَمِيع )
  2. Memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga ( قَطْعُ الأَوَّلِ وَ وَصْلُ الثَّانِي بِالثَّالِث )
  3. Menyambung yang pertama dengan yang kedua, memutus yang ketiga ( وَصْلُ الأَوَّلِ بِالثَّانِي وَقَطْعُ الثَّالِثِ )
  4. Menyambung semua ( وَصْلُ الْجَمِيع )

Catatan: Ketika seseorang membaca dengan cara menyambung semua ( وَصْلُ الْجَمِيع ), maka perlu diperhatikan, janganlah menyambung basmalah dengan lafadz-lafadz yang bisa mengubah makna seperti lafadz ( الشَّيْطَانُ )[1] contoh  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمِنِ الرَّحِيْمِ الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ

dan yang semakna dengannya, atau juga pada lafadz laknat.

Membaca Tanpa Basmalah[2]

Apabila seseorang memulai membaca pada pertengahan surah setelah membaca istiadzah dan tanpa mengucapkan basmalah, maka ada dua keadaan terkait kaifiyahnya:

  1. Memutus semua ( قَطْعُ الْجَمِيع ) maksudnya antara istiadzah dan pertengahan surah dibaca secara terpisah
  2. Menyambung semua ( وَصْلُ الْجَمِيع ) maksudnya antara istiadzah dan pertengahan surah dibaca dengan disambung

Catatan: Ketika membaca secara menyambung semua ( وَصْلُ الْجَمِيع ), jangan menyambung istiadzah dengan lafadz Allah dan nama-nama-Nya, demikian juga tidak boleh menyambung lafadz Rasul dan yang semakna dengannya, seperti:

Pada surah Toha ayat 4

أَعُوذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Pada surah Al Fath ayat 29

أَعُوذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  مُحَمَّدٌ رَّسُولُ الله

Pada kondisi ini kita harus berhenti dan tidak menyambung istiadzah dengan yang setelahnya karena akan merusak makna.

 

CARA MEMBACA BASMALAH DI ANTARA DUA SURAH[3]

Apabila seseorang membaca surah dan memasuki surah lain sesuai dengan urutan mushaf, maka ada tiga cara yang dibolehkan dan satu cara yang terlarang.

Cara yang dibolehkan adalah:

  1. Memutus semua ( قَطْعُ الْجَمِيع )

Maksudnya memutus semua antara akhir surah, basmalah, dan awal surah yang dibaca secara terpisah, contoh: surah Al Kafirun dengan Surah An Nashr

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ – بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ – إِذَاجَآءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ

  1. Menyambung semua ( وَصْلُ الْجَمِيع )

Maksudnya menyambung semua antara akhir surah, basmalah, dan awal surah yang dibaca secara bersambung, contoh: Al Kafirun dengan Surah An Nashr

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِينِ  بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  إِذَاجَآءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ

  1. Memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga ( قَطْعُ الأَوَّلِ وَ وَصْلُ الثَّانِي بِالثَّالِث ) Maksudnya memutus akhir surah dan menyambung basmalah dengan awal surah, contoh: Al Kafirun dengan Surah An Nashr

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ – بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  إِذَاجَآءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ

Adapun cara yang dilarang adalah menyambung akhir surat dengan basmalah dan waqaf (berhenti) padanya, kemudian membaca awal surah.

Cara ini dilarang  karena dua alasan, yaitu agar tidak disangka bahwa basmalah merupakan akhir surah, dan hukum asal basmalah pada awal surah bukan pada akhirnya.

Ikhwanil kiram, membaca basmalah diantara dua surah lain sesuai dengan urutan mushaf dibolehkan dengan tiga cara diatas.  Adapun membaca basmalah diantara dua surah lain yang tidak sesuai urutan mushaf maka diperbolehkan hanya dengan dua cara saja yaitu Memutus semua ( قَطْعُ الْجَمِيع )  dan Memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga ( قَطْعُ الأَوَّلِ وَ وَصْلُ الثَّانِي بِالثَّالِث ). Adapun Menyambung semua ( وَصْلُ الْجَمِيع )[4] maka tidak diperkenankan Ketika surahnya tidak sesuai dengan urutan mushaf.

Demikianlah akhir pembahasan dari materi Istiadzah & Basmalah

 

SOAL LATIHAN

ISTIADZAH & BASMALAH (3)

PERTANYAAN

  1. Cara yang dilarang di dalam membaca basmalah diantara dua surah adalah…

a. Memutus semua

b. Menyambung akhir surat dengan basmalah dan waqaf (berhenti) padanya, kemudian membaca awal surah

c. Menyambung semua

d. Memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga

 

  1. Arti dari وَصْلُ الْجَمِيع   adalah…

a. Menyambung semua

b. Memutus semua

c. Memutus yang pertama dan menyambung yang kedua dengan yang ketiga

d. Menyambung yang pertama dengan yang kedua, memutus yang ketiga

 

  1. Membaca basmalah diantara dua surah lain yang tidak sesuai urutan mushaf maka diperbolehkan hanya dengan dua cara saja yaitu…

قَطْعُ الْجَمِيع dan قَطْعُ الأَوَّلِ وَ وَصْلُ الثَّانِي بِالثَّالِث

وَصْلُ الْجَمِيع dan قَطْعُ الأَوَّلِ وَ وَصْلُ الثَّانِي بِالثَّالِث

وَصْلُ الْجَمِيع dan قَطْعُ الْجَمِيع

وَصْلُ الأَوَّلِ بِالثَّانِي وَقَطْعُ الثَّالِثِ dan وَصْلُ الْجَمِيع

Kunci Jawaban : No.1 : B, No. 2 : A, No. 3 :  A

 

[1] QS. Al Baqarah :268

[2] Tajwid Lengkap Asy Syafi’I (hal 100)

[3] Tajwid Lengkap Asy Syafi’I (hal 103)

[4] Lihat Dirasat Ilmit Tajwid lil Mutaqaddimin (hal. 55)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here