بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, setelah kemarin kita mengenal difinisi ilmu tajwid, ada pembahasan tertunda yang belum kita jelaskan secara rinci, yaitu tentang lahn.

Tidak dipungkiri ketika seseorang membaca Al Qur-an, terkadang  tampak pada bacaannya, bacaan yang  tidak sesuai dengan yang dicontohkan oleh para imam ahli qiraat yang bersambung bacaannya kepada  Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Kesalahan seseorang ketika membaca al Qur-an itu para ulama menyebutnya dengan Lahn.

Dan arti lahn secara bahasa adalah

الْخَطَأُ وَالْمَيْلُ عَنِ الصَّوَابِ فِي الْقِرَاءَةِ

“Kesalahan dan penyimpangan dari kebenaran dalam qiraah.”[1]

Adapun menurut istilah, lahn adalah

الْخَطَأُ يَعْرِضُ فِي تِلاَوَةِ الْقُرْآنِ فَيُخِلُّ بِقَوَاعِدِ التِّلاَوَةِ

“Kesalahan yang masuk pada tilawah Al Qur-an, sehingga merusak kaidah-kaidah tilawah.”[2]

Lahn dibagi menjadi dua yaitu, Lahn Jaliy (kesalahan yang jelas) dan Lahn Khafiy (kesalahan yang tersembunyi),

Lahn jaliy menurut istilah adalah

خَلَلٌ يَطْرَأُ عَلَى الأَلْفَاظِ فَيُخِلُّ بِعُرْفِ القِرَاءَةِ سَوَاءٌ أَخَلَّ بِالْمَعْنَى أَمْ لَمْ يُخِلّ

“Kesalahan yang masuk pada lafadz-lafadz sehingga merusak aturan qiraah, sama saja apakah kesalahan tersebut dapat mengubah makna atau tidak mengubahnya.”

Lahn jaliy ini kesalahannya dapat diketahui oleh kaum muslimin secara umum, dan seandainya bacaan yang salah ini diperdengarkan kepada seorang anak kecil saja maka mereka akan mengkoreksi bacaan tersebut, Contoh

 

Bentuk

Lafadz

Arti

Surah

Merubah harakat

أَنْعَمْتَ      –       أَنْعَمْتُ

Engkau -berubah menjadi- Aku

Al Fatihah : 7

Mengubah huruf

عَسَى         –      عَصَى

Harapan -berubah- menyelisihi

Al Isra : 8

Artinya yang telah engkau beri nikmat  >< yang telah aku beri nikmat

Lahn ketika membaca Al Qur-an merupakan aib yang harus dihindari karena kemungkinan dapat merubah arti. Oleh karena itu, Imam al-Qurthubi dalam muqadimah tafsir-nya menyebutkan beberapa keterangan pentingnya  i’rab  untuk menjauhi kesalahan ketika membaca lafadz-lafadz Al Qur-an, dan berhati-hati terhadap lahn yang bisa mengubah makna ayat.

I’rab itu adalah perubahan harakat pada akhir kata karena pengaruh/kemasukan amil (seperti isim/fi’il/huruf penyebab dari perubahan tsb.)

Lahn jaliy hukumnya haram secara mutlak, karena ia mengubah lafadz Al Qur-an yang dapat mengubah makna. Adapun yang awam, wajib baginya belajar. Sedangkan orang yang tidak sanggup belajar hendaknya membaca bacaan yang shalatnya sah dengannya, tidak menjadi imam, dan tidak menjahr bacaannya di majelis kaum muslimin.[3]

 

Syaikh Mahmud Al Hushari berkata : “Lahn jaliy haram menurut kesepakatan kaum muslimin, pelakunya mendapat dosa apabila melakukannya dengan sengaja. Namun jika dilakukan karena lupa atau tidak tahu, maka itu tidak haram.[4]

Lalu, bagaimana cara memperbaiki kesalahan dari lahn jaliy tersebut? cara memperbaikinya dilakukan dengan 5 cara yaitu mengenal makharijul huruf,  sifatnya, mengenal kaifiyah (tata cara) pengucapan berharakat dan sukun, mengenal kaidah-kaidah bahasa Arab, dan yang terakhir adalah dengan cara talaqqi.[5] (belajar langsung dari guru).

Lahn yang kedua adalah lahn Khafiy (kesalahan yang tersembunyi) dan Lahn Khafiy menurut istilah adalah

خَلَلٌ يَطْرَأُ عَلَى الأَلْفَاظِ فَيُخِلُّ بِالْعُرْفِ دُونَ الْمَعْنَى

“Sebuah kesalahan yang masuk pada lafadz-lafadz sehingga merusak ‘urf (kaidah qiraah) tanpa merusak makna.

Lahn ini karena tersembunyi maka bisa diketahui hanya oleh qari yang mahir

Contoh

Bentuk

Lafadz

Lahn

Surah

Tidak memanjangkan mad

مِنَ السَّمَآءِ مَآءً

Dibaca pendek

Al Baqarah : 22
Tidak mengikhfakan

أَنْفُسَكُمْ

Dibaca idzhar

Al Baqarah : 44

 

Apabila    مِنَ السَّمَاءِ مَاءً di baca pendek, apakah akan merubah makna?  Tidak akan merubah makna, demikian juga tidak akan merubah lafadz, hanya saja cara membacanya tidak sesuai dengan para imam qari yang bacaannya telah diakui, yaitu harus dibaca panjang.

Contoh lain, Jika seseorang membaca tanpa di ikhfakan أَنْفُسَكُمْ  apakah merubah makna? Tidak, bahkan tidak merubah i’rab, akan tetapi bacaan tersebut tidak sesuai dengan kaidah tajwid yang  telah ditetapkan . oleh Karena itu obat dari lahn khafiy ini adalah talaqqi dan musyafahah.

Tentang hukum lahn khafiy ini terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama, yakni antara yang memakruhkannya dan mengharamkannya.

Perbedaan pendapat ini kita akan bahas secara rinci didalam pembahasan hukum mengamalkan tajwid pada pertemuan yang akan datang. In Syaa Allah

 

Demikian yang bisa disampaikan

 

Ditulis oleh:

Cecem Mulya Berliana (Abu Fauzan)

 

[1] Hidayatul Qari (I/53) & Tajwid Lengkap Asy Syafi’i (hal. 65)

[2] Hilyatut Tilawah (hlm. 152)

[3] Lihat Hilyatut Tilawah (hal. 153)

[4] Ahkamu Qiraatil Qur-an (hal. 35)

[5] Lihat Dirasat ‘Ilmu Tajwid lil Mutaqaddimin (hal 34 – 35) dan Risalah f Lahnil Qurra (hal. 15)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *