بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, Sahabat Al Qur’an yang semoga Allah Ta’ala muliakan, Alhamdulillah pada pertemuan sebelumnya kita telah mengenal mulhaqaat mad ashliy yaitu sebuah pembahasan mad yang dihukumi sama dengan mad ashliy, adapun pada pertemuan kali ini in Syaa Allah biidznillahi ta’ala kita akan membahas hukum hukum mad

Penulis rahimahullah berkata:

وَهْيَ الوُجُوبُ وَالجـوَازُ وَاللُّزُومْ

لِلْمَــدِّ أَحْكَـــامٌ ثَلاثَةٌ تَـدُومْ 

Mad memiliki tiga hukum yang dawam (tetap) yaitu wujub, al jawaz (jaiz) dan al luzum

Penjelasan

Mad memiliki tiga hukum bacaan yaitu al wujub (wajib), al jawaz (boleh) dan al luzum (lazim/harus) dan ketiga hukum diatas merupakan bagian dari mad far’i dan mad far’i sebagaimana kita ketahui merupakan cabang dari mad ashliy.

Mad far’i lebih panjang daripada mad ashliy karena suatu sebab. Adapun sebabnya ada 2, yaitu:

Pertama, mad far’i sebab hamzah yang terbagi menjadi 4:

  1. Mad Wajib Muttashil
  2. Mad Jaiz Munfasil
  3. Mad Shilah Kubra
  4. Mad Badal

Kedua, mad fari’i sebab sukun terbagi menjadi 2:

  1. Sukun Aridh
    1. Mad aridh lis sukun
    2. Mad Lin
  2. Sukun Ashliy
    1. Mad Lazim Kalimi
    2. Mad Lazim Harfiy

 

Penulis rahimahullah berkata:

فِي كِلْمَة وَذَا بِمُتَّصِـــلْ يـُعَدَّ

فَـوَاجبٌ إِنْ جَاءَ همــزٌ بَعْدَ مَدّ

Mad wajib adalah apabila hamzah datang setelah mad dalam satu kata, dan ia bersambung dengannya

Mad wajib muttashil adalah

هُوَ أَنْ يَقَعَ بَعْدَ حَرْفِ الْمَدِّ هَمْزٌ مُتَّصِلٌ بِهِ فِي كَلِمَةٍ وَاحِدَةٍ

“Adanya hamzah setelah huruf mad muttashil (bersambung) dalam satu kata”[1]

Dinamakan mad karena bacaannya panjang, sedangkan dinamakan wajib karena para qari telah sepakat untuk memanjangkannya lebih dari 2 harakat dan pada riwayat Hafsh qiraat Ashim dari jalur Syathibiyyah ia dibaca Panjang 4 sampai 5 harakat.

Contoh

السَّمَآءُ – هَنِيـــــــئًا – السُّوءُ

Kemudian penulis rahimahullah berkata:

كُـلٌّ بِكِلْمَةٍ وهَذَا المنْفَصِـــلْ

وَجَـائزٌ مَـــدٌ وَقَصَرٌ إِنْ فُصِلْ 

Mad jaiz boleh dipanjangkan dan boleh juga dibaca qashr (2 harakat), yaitu (jika mad dan hamzah) masing-masing dalam kata yang terpisah, dan ini disebut mad jaiz munfashil

Mad Jaiz Munfashil adalah

هُوَ أَنْ يَأْتِيَ حَرْفُ الْمَدِّ آخِرَ الْكَلِمَةِ الأُولَى وَهَمْزَةُ الْقَطْعِ فِي أَوَّلِ الكَلِمَةِ الَّتِي تَلِيْهَا

“adanya huruf mad pada akhir kata pertama dan hamzah qatha pada awal kata berikutnya.”[2]

Dinamakan jaiz karena sebagian qari membacanya dengan qashr (2 harakat) sedangkan sebagian yang lain membacanya dengan panjang melebihi 2 harakat, dan dinamakan munfashil karena infishal (terpisahnya) mad pada satu kata dan hamzah dalam kata lain.

Mad Jaiz ini dibaca 4 sampai 5 harakat sesuai riwayat Hafsh qiraat Ashim dari jalur Syathibiyyah dan hal tersebut ketika washal. Adapun ketika waqaf pada lafadz yang sama maka ia menjadi mad thabi’iy yang dipanjangkan dengan 2 harakat, karena hilangnya sebab mad yaitu hamzah.[3]

Contoh

إِنـــَّآ أَرْسَلْنَا نُوحًا – وَفـِي أَنْفُسِكُمْ – قُوا أَنْفُسَكُمْ

 

Demikian yang bisa disampaikan

 

 

SOAL LATIHAN

HUKUM HUKUM MAD

PERTANYAAN

  1. “Adanya hamzah setelah huruf mad muttashil (bersambung) dalam satu kata” Merupakan definisi dari mad …….

a. Mad Wajib Munfashil

b. Mad Wajib Muttashil

c. Mad Jaiz Munfashil

d. Mad Jaiz Muttashil

 

  1. Mad Jaiz ini dibaca 4 sampai 5 harakat sesuai riwayat Hafsh qiraat Ashim dari jalur Syathibiyyah dan hal tersebut ketika …….

a. Waqaf

b. Ibtida

c. Washal

d. Jaiz

 

  1. السَّمَآءُ contoh disamping merupakan contoh mad …….

a. Mad Wajib Munfashil

b. Mad Wajib Muttashil

c. Mad Jaiz Munfashil

d. Mad Jaiz Muttashil

 

Kunci Jawaban :

No. 1 : b

No. 2 : c

No. 3 : b

 

[1] Ghayatul Murid fi ‘Ilmi Tajwid (hal. 96) & Tajwid Lengkap (hal. 332)

[2] Hilyatut Tilawah (hal. 201) & Tajwid Lengkap (hal. 334)

[3] Hilyatut Tilawah (hal 201) & Tajwid Lengkap (hal. 335)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here