بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, Sahabat Al Qur’an yang semoga Allah Ta’ala muliakan, Alhamdulillah pada pertemuan kemarin kita telah membahas bagian akhir dari mad far’i dengan sebab hamzah, dan in Syaa Allah biidznillahi ta’ala pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai mad far’i dengan sebab sukun:

Penulis rahimahullah berkata:

وَقْفـاً كَتَعْلَمُونَ نَستْعَيِــــنُ

وَمِـثْلُ ذَا إِنْ عَــرَضَ السُّكُونُ

dan seperti ini apabila datang sukun ketika waqaf, seperti (lafadz): ( تَعْلَمُونَ ) dan ( نَسْتَعِينُ ) (disebut mad ‘aridh lissukun)

Penjelasan

Ada dua mad yang disebabkan karena sukun aridh atau sukun tidak asli, yaitu: mad aridh lis sukun dan mad lin

Mad Aridh Lis Sukun

Mad Aridh lis Sukun adalah

هُوَ أَنْ يَأْتِيَ حَرْفُ الْمَدِّ قَبْلَ الْحَرْفِ الأَخِيرِ فِي الْكَلِمَةِ وَيُوْقَفُ عَلَى الْحَرْفِ الأَخِيْرِ بِالسُّكُونِ الْعَارِضِ لِأَجْلِ الْوَقَفِ

“Adanya huruf mad sebelum huruf terakhir dalam sebuah kata, dan waqaf pada akhir kata tersebut dengan sukun aridh (sukun tidak asli) karena waqaf”[1]

Penjelasan

Dinamakan dengan aridh karena terbentuknya sukun dengan sebab waqaf, yang apabila disambung (washal) ia akan menjadi mad ashliy atau mad thabi’iy[2] dan tempo bacaan mad aridh lis sukun boleh dibaca qashr (2 harakat), dengan tawashuth (4 harakat) atau dengan thul (6 harakat) ketika waqaf[3]

Contoh:

Setelah huruf alif الإِنْسَــــنَ
Setelah huruf ya

الْعَــلَمِـينَ

Setelah huruf wau

الْمُفْلِحُونَ

 

Catatan:

Hendaknya diperhatikan konsistensi bacaan mad aridh lis sukun ketika waqaf:

  1. Apabila seseorang membaca 2 harakat, hendaknya terus membaca 2 harakat pada bacaan yang serupa.
  2. Apabila ia membaca 4 harakat, maka dia harus terus membaca 4 harakat.
  3. Apabila dengan 6 harakat, boleh dia membaca 6 harakat pada yang lainnya.
  4. Jangan berubah-ubah! Tidak boleh membaca 2 harakat, kemudian yang lain di baca 4 atau 6 harakat.

Mad yang disebabkan karena sukun selanjutnya adalah Mad Lin

Mad Lin adalah

هُوَ أَنْ يَأْتِيَ حَرْفُ اللِّينِ قَبْلَ الْحَرْفِ الأَخِيرِ فِي الْكَلِمَةِ وَيُوقَفُ عَلَى الْحَرْفِ الأَخِيرِ بِالسُّكُونِ العَارِضِ لِأَجْلِ الْوَقْفِ

“Adanya huruf lin sebelum huruf terakhir dalam sebuah kata, dan waqaf pada akhir kata tersebut dengan sukun aridh karena waqaf.”[4]

Huruf lin terjadi pada dua keadaan, yaitu:

Pertama, wa sukun yang sebelumnya huruf berharakat fathah. Seperti: ( خَوْفِ )

Kedua, ya sukun yang sebelumnya huruf berharakat fathah, seperti:  ( وَالصَّيـْفِ )

Tempo bacaan mad lin boleh dengan qashr (2 harakat), dengan tawassuth (4 harakat), atau dengan thul (6 harakat) ketika waqaf

Hukum bacaan mad lin seperti mad aridh lis sukun. Terkecuali ketika dalam keadaan washal, maka panjangnya di bawah mad thabi’iy.

 

Penulis rahimahullah berkata:

بَدَلْ كَآمَنُوا وِاِيمَانـــاً خُـذَا

أَوْ قُـــدِّمَ الهَمْزُ عَلَى الْمَدِّ وَذَا

atau hamzah yang didahulukan dari (sebelum) mad ini disebut (mad) badal, seperti (إِيْمَـنَا )  dan ( ءَامَنُوا)  maka ambillah”

Alhamdulillah penjelasan mengenai bait syair ini telah kita bahas pada pertemuan sebelumnya

Kemudian dibait akhir pada bab hukum-hukum mad ini Penulis rahimahullah berkata:

وَصْلاً وَوَقْفاً بَعْدَ مَدٍّ طُــوِّلاً

وَلازِمٌ إنِ السُّكُـــــونُ أُصِّلاً 

dan (mad) lazim itu apabila sukunnya ashliy ketika (dalam keadaan) washal dan waqaf setelah huruf mad yang dipanjangkan”

Penjelasan

Secara umum mad lazim adalah

هُوَ أَنْ يَأْتِيَ حَرْفُ الْمَدِّ وَبَعْدَهُ حَرْفٌ سَاكِنٌ سُكُونًا أَصْلِيًّا (وَصْلاً وَوَقْفًا) فِي الْكَلِمَةِ نَفْسِهَا

“Adanya huruf mad dan setelahnya adalah huruf yang sukun dengan sukun ashliy (dalam keadaan washal ataupun waqaf) pada kata itu sendiri.”[5]

Dinamakan mad karena bacaannya Panjang, dan dinamakan lazim karena penyebab madnya yaitu sukun selalu ada pada dua keadaan yaitu washal dan waqaf, dan karena seluruh ulama qiraah bersepakat atas keharusan dalam memanjangkannya dengan Panjang 6 harakat[6]

Contoh

Lafadz

Asal Lafadz

الطَّآمَّةُ

الطَّامْمَةُ

ءَآلْئَـنَ

 

الـم

أَلِفْ لاَ مْ مِيْمِ

 

Demikian penjelasan singkat mengenai mad yang disebabkan karena sukun aridh atau sukun tidak asli ini yang dimana materi ini merupakan materi akhir dari bab hukum hukum mad pada matan tuhfatul athfal

 

 

SOAL LATIHAN

HUKUM HUKUM MAD

((Mad Far’i Sebab Sukun))

 

PERTANYAAN

  1. “Adanya huruf mad sebelum huruf terakhir dalam sebuah kata, dan waqaf pada akhir kata tersebut dengan sukun aridh (sukun tidak asli) karena waqaf” Merupakan definisi dari mad …….

a. Mad Badal

b. Mad Lin

c. Mad Lazim

d. Mad Aridh Sukun

 

  1. Hukum bacaan mad lin seperti mad aridh lis sukun. Terkecuali ketika dalam keadaan ……., maka panjangnya di bawah mad thabi’iy

a. Washal

b. Waqaf

c. Thul

d. Qashr

 

  1. وَالصَّيـْفِ contoh disamping merupakan contoh mad …….

a. Badal

b. Lin

c. Lazim

d. Aridh Sukun

 

Kunci Jawaban :

No. 1 : d

No. 2 : a

No. 3 : b

 

 

[1] Dirasatul ‘Ilmi Tajwid Lil Mutaqaddimin (hal. 144) & Tajwid Lengkap (hal. 351)

[2] Dirasatul ‘Ilmi Tajwid Lil Mutaqaddimin (hal. 144) & Tajwid Lengkap (hal. 351)

[3] Dirasatul ‘Ilmi Tajwid Lil Mutaqaddimin (hal. 144) & Tajwid Lengkap (hal. 351)

[4] Hilyatut Tilawah (hal. 220) & Tajwid Lengkap (hal. 354)

[5] Hilyatut Tilawah (hal. 212) & Tajwid Lengkap (hal. 357)

[6] Idem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here