بسم الله الرحمن الرحيم

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ  ١ والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram,  dimanapun antum mendengarkan, bahasan kita selanjutnya setelah membahas makhraj Al lisan bagian pertama yaitu aqshal lisan, In Syaa Allah pada pertemuan kita kali ini kita akan membahas bagian yang kedua dari makhraj Al Lisan ini, yaitu washatul lisan.

Washatul lisan (lidah bagian tengah) adalah pertengahan lidah. Padanya ada satu makhraj, dan darinya keluar tiga huruf, yaitu huruf jim (ج   ), syin (ش   ) dan ya (ي   ).

Imam Ibnul Jazari rahimahullah berkata:

… وَالْوَسْطُ فَجِيمُ الشِّينُ يَا

“…tengah lidah huruf jim, syin dan ya”[1]

 

Berikut penjelasan makhraj ini.[2]

Huruf pertama, yaitu jim. Huruf ini terbentuk dengan cara tengah lidah menempel pada langit-langit, sehingga makhrajnya betul-betul tertutup dengan sempurna

Huruf kedua, yaitu syin, huruf ini terbentuk dengan cara tengah lidah tidak menempel pada langit-langit, sehingga makhrajnya tidak tertutup’

Huruf ketiga, yaitu ya, huruf ini terbentuk dengan cara tengah lidah tidak menempel pada langit-langit, dan tampak makhrajnya tidak tertutup bersamaan dengan menurunnya pangkal lidah dan menaiknya tengah lidah.

Berikut latihan pengucapan huruf-huruf al lisan, yaitu washatul lisan, terdiri dari huruf jim, syin dan ya:

 

 

Kemudian bagian ketiga dari Al Lisan adalah hafatul lisan.

Hafatul lisan adalah bagian lidah yang berada di sisinya, di dekat gigi bagian kanan maupun kiri atau disebut juga tepi lidah. Padanya ada dua makhraj untuk dua huruf, yaitu huruf dhad (ض   ) dan lam (ل   )

Imam Ibnul Jazari rahimahullah berkata:

وَالضَّادُ مِنْ حَافَتِهِ إِذْ وَلِيَا   –   الأَضْرَاسَ مِنْ أَيْسَرَ أَوْ يُمْناَهَا   –   وَاللَّامُ أَدْنَاهَا لِمُنْتَهَاهَا

“Dhad pada tepi lidah, pada gigi geraham dari sebelah kiri atau kanannya, adapun lam ujung tepinya…”

Berikut rincian makhraj pertama, untuk huruf dhad:[3]

يَخْرُجُ مِنْ إِحْدَى حَافَّتَيْ اللِّسَانِ أَوْ مِنْهُمَا مَعًا مَعَ مَا يُحَاذِيهَا مِنَ الصَّفْحَةِ الدَّاخِلِيَّةِ لِلأَضْراسِ العُلْيَا

“Keluar dari salah satu tepi lidah atau dari kedua-duanya secara bersamaan menempel pada dinding dalam gigi geraham atas.”[4]

Adapun Makhraj kedua, untuk huruf lam

يَخْرُجُ مِنْ أَدْنَى حَافَتيْ اللِّسَانِ إِلَى مُنْتَهَى الطَّرَفِ مَعَ مَا يُحَاذِيهَا مِنْ لِثَّةِ الأَسْنَانِ الْعُلْيَا (الضَّاحِكِينِ ، النَّابَيْنِ ، وَ الرُّبَاعِيَتَيْنِ وَ الثَّنِيَّتَيْن)

“Keluar dari ujung dua tepi lidah sampai pada akhir ujung lidah menempel pada gusi dari gigi-gigi bagian atas (yang berhadapan pada 2 gigi dhahik, 2 gigi taring, 2 gigi seri samping dan 2 gigi seri depan).”[5]

Berikut latihan pengucapan huruf-huruf al lisan, yaitu hafatul lisan, terdiri dari huruf dhad dan lam:

 

Demikian disampaikan

 

Ditulis oleh:

Cecep Mulya Berliana (Abu Fauzan)

 

[1] Matan Jazari bait ke 13

[2] Hilyatut Tilawah (hal. 97-99)

[3] Matan Jazari bait ke 13-14

[4] Hilyatut Tilawah (hal. 100)

[5] Hilyatut Tilawah (hal. 101)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *