بسم الله الرحمن الرحيم

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ  ١ والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram dimanapun antum mendengarkan, bahasan kita selanjutnya setelah membahas makhraj Al lisan bagian kedua yaitu washatul lisan dan hafatul lisan, In Syaa Allah pada pertemuan kita kali ini kita akan membahas bagian selanjutnya dari makhraj Al Lisan, yaitu tharful lisan.

Tharful lisan adalah bagian lidah yang berada didepan dekat dengan bibir, atau disebut juga ujung lidah. Padanya ada 5 makhraj untuk 11 huruf, yaitu huruf nun (ن), ra (ر ), tha (ط ), dal (د), ta (ت), shad (ص), sin  (س), zai (ز), zha (ظ ), dza (ذ ), dan tsa (ث), Berikut penjelasan makhrajnya

Makhraj pertama, untuk huruf nun (ن)

يَخْرُجُ مِنْ طَرَفِ اللِّسَانِ مَعَ مَا يُحَاذِيهِ مِنْ لِثَّةِ الثَّنِيَّتَيْنِ الْعُلْيَيَيْنِ

“Keluar dari ujung lidah (menempel) pada gusi dua gigi seri atas.”[1] Berikut latihannya

 

Makhraj kedua, untuk huruf ra (ر   )

يَخْرُجُ مِنْ طَرَفِ اللِّسَانِ مَعَ مَا يُحَاذِيهِ مِنْ لِثَّةِ الثَّنِيَّتَيْنِ الْعُلْيَيَيْنِ أَدْخَلُ قَلِيلاَ إِلَى ظَهْرِ اللِّسَانِ مِنْ  مَخْرَجِ النُّونِ

“keluar dari ujung lidah menempel pada gusi dua gigi seri atas, sedikit lebih masuk ke punggung lidah dari makhraj nun.”[2]

Syaikh Abdul Fatah al Marshafi r  berkata : “Dari sini jelaslah bahwa huruf nun dan ra berserikat dalam makhraj, yaitu dari ujung lidah bertemu dengan gusi dua gigi seri atas. Tetapi huruf ra lebih masuk ke punggung lidah daripada makhraj nun, dan ini merupakan perbedaan di antara keduanya. Hendaklah dipahami.”[3]

Berikut latihan pengucapan huruf ra-nya:

Makhraj ketiga, untuk huruf tha (ط   ), dal (  د ), dan ta (ت   )

يَخْرُجُ مِنْ طَرَفِ اللِّسَانِ مِنْ جِهَةِ ظَهْرِهِ مَعَ مَا يُحَاذِيهِ مِنْ أُصُولِ الثَّنِيَّتَيْنِ الْعُلْيَيَيْنِ

“Keluar dari ujung lidah dari arah punggungnya dan menempel pada pangkal dua gigi seri atas.”[4]

Berikut latihan pengucapan huruf-hurufnya:

In Sya Allah pada pertemuan berikutnya kita akan kembali melanjutkan sisa dari makhraj tharful lisan ini.

 

Disusun oleh:

Cecep Mulya Berliana (Abu Fauzan)

[1] Hilyatut Tilawah (hal. 102)

[2] Hilyatut Tilawah (hal. 104)

[3] Hidayatul Qari (I/67)

[4] Hilyatut Tilawah (hal. 106)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here