بسم الله الرحمن الرحيم

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ  ١ والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, dimanapun anda mendengarkan, bahasan kita selanjutnya setelah membahas makhraj Al lisan secara keseluruhan, In Syaa Allah pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari makhraj umum selanjutnya (yang keempat) yaitu Asy Syafatan.

Asy Syafatan (الشَّفَتَانِ) artinya dua bibir. Padanya ada dua makhraj untuk empat huruf yaitu huruf fa (ف ), ba (  ب), mim (م ) dan wau (و).  Berikut penjelasan makhrajnya:

Makhraj pertama, untuk huruf fa (ف)

يَخْرُجُ مِنْ بَاطْنِ الشَّفَةِ السُّفْلَى مَعَ أَطْرَافِ الثَّنِيَّتَيْنِ الْعُلْيَيَيْنِ

“Keluar dari bagian dalam (perut) bibir bawah dengan ujung dua gigi seri atas).”[1]

Dari makhraj inilah keluar huruf fa

Makhraj kedua, untuk huruf ba (ب), mim (م) dan wau (و).

Makhraj ba dan mim keluar dari paduan antara dua bibir dalam keadaan tertutup, tetapi khusus dalam pengucapan huruf mim harus disertai dengan ghunnah yang keluar dari khaisyum.

Adapun huruf wau, ia keluar dari dua bibir dengan memoncongkannya sehingga ada celah untuk mengalirkan suara.[2]

Berikut latihan pengucapan huruf-huruf  syafataan:

 

 

 

 

Demikian yang bisa disampaikan

 

Ditulis oleh

Cecep Mulya Berliana (Abu Fauzan)

 

 

[1] Hilyatut Tilawah (hal. 110)

[2] Hilyatut Tilawah (hal. 112)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *