بسم الله الرحمن الرحيم

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ  ١ والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, bahasan kita selanjutnya adalah mengenai inti dari pelajaran ilmu tajwid, yaitu bab makharijul huruf.

Definisi Makharijul Huruf

Menurut bahasa, kata makharij adalah jamak dari kata makhraj yang berarti tempat keluarnya sesuatu. Sedangkan menurut istilah, makharijul huruf adalah

مَحَلُّ خُرُوجِ الْحُرُوفِ – أَي ظُهُورُهُ –  الذَّيِ يَنْقَطِعُ عِنْدَهُ صَوتُ النُّطْقِ بِهِ فَتَمَيَّزُ بِهِ عَنْ غَيْرِهِ

“Tempat keluarnya huruf yang padanya berhenti suara dari sebuah lafadz (pengucapan) yang dengannya dibedakan suatu huruf dengan huruf lainnya.[1]

Yang dimaksud huruf di sini adalah huruf-huruf hijaiyah

Pentingnya Mempelajari Makharijul Huruf

Al Hafidz Ibnul Jazari berkata r  dalam muqaddimah jazariah-nya berkaitan dengan pentingnya mempelajari makharijul huruf

وَبَعْدُ إِنَّ هَذِهِ مُقَدِّمَةْ          –          فِي مَا عَلَى قَارِئِهِ أَنْ يَعْلَمَهْ

إِذْ وَاجِبٌ عَلَيْهِمُ مُحَتَّمُ       –          قَبْلَ الشُّرُوعِ أَوَّلاَّ أَنْ يَعْلَمُوا

مَخَارِجَ الْحُرُوفِ وَالصِّفَاتِ  –          لِيَلْفِظُوا بِأَفْصَحِ اللُّغَاتِ

“Inilah muqadimmah, yang harus diketahui oleh para pembaca

Wajib atas mereka sebelum memulai qiraah, untuk mengetahui

Tempat-tempat keluarnya huruf dan sifat-sifatnya, supaya bisa melafazkan bahasa yang paling fasih”.

Demikian juga, Syaikh Muhamad Makki Nashr berkata:

اِعْلَمْ أَنَّ هَذَا الْبَابَ مِنْ أَهَمِّ أَبْوَابِ التَّجْوِيدِ، فَيَجِبُ أَنْ يَعْتَنِي بِإِتْقَانِهِ كُلُّ مَنْ أَرَادَ أَنْ يَقْرَأَ الْقُرْآنَ الْمَجِيدَ

“Ketahuilah bahwa bab ini termasuk bab tajwid yang terpenting. Maka bagi setiap orang yang ingin membaca Al Qur-anul Majid wajib memperhatikannya, yakni dengan menyempurnakannya.”

Alamuddin as-Sakhawi berkata:

لِلْحَرْفِ مِيْزَانٌ فَلاَ تَكُ طَاغِيًا   –  فِيهِ وَلاَ تَكُ مُخْسِرَ الْمِيزَانِ

“Huruf memiliki timbangan maka jangan anda melebihkan dan jangan anda mengurangi timbangannya:

Dari pernyataan para ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa mempelajari makharijul huruf sangat penting bagi para penuntut ilmu tajwid, karena dengannya kita dapat menjaga kitabullah dari pengaruh lahjah (dialek), seperti lahjah yang mengubah huruf jim menjadi ghain, demikian juga dapat menjaga kitabullah dari lahn dan tahrif yang menyebabkan perubahan makna dan kerusakan pada makna (fungsi) sebuah kata, dan yang terakhir dapat mengenal huruf-huruf mutajanisain, mutaqaribain dan mutaba’idain, yang dimana dengan mengenalnya dapat diketahui ada atau tidak adanya idgham pada sebuah kata didalam sebuah ayat.

Ikhwanil Kiram, Makharijul huruf terdiri dari 17 makhraj (menurut mazhab yang terkuat yaitu Imam Ibnul Jazari & Khalil bin Ahmad Al Farohidi). Makhraj-makhraj tersebut tercakup dalam lima tempat secara umum, yaitu:

  1. Al Jauf (rongga mulut dan rongga tenggorokan) padanya ada 1 makhraj
  2. Al Halq (tenggorokan), padanya ada 3 makhraj
  3. Al Lisan (lidah), padanya ada 10 makhraj
  4. Asy Syafatain (dua bibir), padanya ada 2 makhraj
  5. Al Khaisyum (rongga hidung), padanya ada 1 makhraj

Jadi, keseluruhannya ada 17 makhraj.

Pada pertemuan selanjutnya kita akan membahas makhraj-makhraj umum diatas secara terperinci beserta contohnya, In Syaa Allah.

Cara Mengetahui Makharijul Huruf

Dan yang terakhir dari pembahasan kita kali ini, Sebagai gambaran untuk mengetahui makharijul huruf, berikut saya paparkan dua cara untuk mengetahuinya. Yang pertama yaitu taskinul harf (تسكين الحرف   ) mensukunkan huruf, dan yang kedua adalah tasydidul harf (تشديد الحرف   ) yaitu mentasydidkan huruf

Cara Pertama, sukunkan terlebih dahulu huruf yang akan kita cari makhrajnya, kemudian masukkan huruf yang berharakat sebelum huruf yang disukunkan tersebut, seperti

أَثْ ، أَتْ ، أَبْ

Cara Kedua, tasydidkan terlebih dahulu huruf akan kita cari makhrajnya, kemudian masukkan huruf yang berharakat sebelum huruf yang disukunkan tersebut seperti

أَثَّ ، أَتَّ ، أَبَّ

Ketika kita mengucapkan huruf hijaiyah dengan dua cara diatas, maka kita akan merasakan suara tersebut akan tertahan pada sebuah tempat, maka disitulah makhraj hurufnya.

 

 

Demikian disampaikan

 

Ditulis oleh:

Cecep Mulya Berliana (Abu Fauzan)

 

[1] Lihat Hidayatul Qari’ (I/61)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here