بسم الله الرحمن الرحيم

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ ٱلۡكِتَٰبَ وَلَمۡ يَجۡعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ  ١ والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, Alhamdulillah telah berlalu muqaddimah tentang sifat-sifat huruf, adapun pada kesempatan kali ini, biidznillahi ta’ala kita akan membahas tentang pembagian sifat-sifat huruf.

Secara umum sifat terbagi menjadi dua jenis yaitu, sifat dzatiyah dan sifat ‘ardhiyah

Sifat dzatiyah adalah sifat asli yang selalu ada (melekat) pada huruf, tidak akan berpisah dalam keadaan apapun[1].

Kita contohkan sifat asli yang terdapat pada huruf ba:

  1. Huruf ba memiliki sifat jahr, dan secara bahasa jahr artinya jelas Adapun secara istilah, jahr adalah kejelasan (suara) pada pendengaran akibat menutupnya dua pita suara, dan adanya getaran pada keduanya serta banyaknya udara yang tertahan, contoh أَبْ
  2. Kemudian ba memiliki sifat syiddah yang secara bahasa artinya kuat, Adapun secara istilah, syiddah adalah tertahannya aliran suara akibat dari tertutupnya makhraj, contoh أَبْ
  3. Memiliki sifat istifal yang artinya merendah, dan secara istilah artinya adalah tidak naiknya suara ke langit-langit atas ketika mengucapkan huruf-huruf istifal, contoh بَ ، بُ ، بِ tidak dibaca tebal
  4. Kemudian huruf Ba memiliki sifat Qalqalah, dan qalqalah secara Bahasa adalah bergetar atau guncang. Adapun menurut istilah adalah mengeluarkan huruf yang diqalqalahkan Ketika sukun dengan menjauhkan dua sisi anggota (alat) ucap tanpa dipengaruhi salah satu dari harakat yang tiga (fathah, dhammah dan kasrah)
  5. Dan yang terakhir memiliki sifat infitah yang artinya terbuka, dan secara istilah artinya adalah tidak terkumpulnya suara antara lidah dan langit-langit Ketika pengucapan huruf infitah, contoh

بَ ، بُ ، بِ

 

Kemudian sifat dzatiyah terbagi menjadi dua, yaitu: sifat yang memiliki lawan dan sifat dzatiyah yang tidak memiliki lawan.

Sifat dzatiyah yang memiliki lawan ada 4 sifat, sehingga berjumlah 8 sifat. Yaitu,

  1. Hams >< Jahr
  2. Syiddah >< Rakhawah
  3. Isti’la >< Istifal
  4. Ithbaq >< Infitah

Kemudian sifat dzatiyah yang tidak memiliki lawan ada 8 sifat. diantaranya

  1. Shafir
  2. Qalqalah
  3. Lin
  4. Inhiraf
  5. Takrir
  6. Tafasysyi
  7. Istithalah
  8. Ghunnah

Kesemua istilah sifat-sifat diatas, in Syaa Allah akan kita bahas pada pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Kemudian pembagian sifat yang kedua adalah sifat ‘Ardhiyah. sifat ‘Ardiyah adalah sifat bukan asli yang tidak selalu ada (melekat) pada huruf, kadang-kadang ada dan kadang-kadang tidak ada. Sifat ini ada 11 bentuknya: idzhar, idgham, iqlab, ikhfa, tafkhim, tarqiq, mad, qashr, tahrik, sukun, dan saktah[2]

Saya ambil contoh sifat ‘ardiyah ketika bentuknya idgham. Huruf idgham terdiri dari 6 huruf yaitu  ي ، ر ، م ، ل ، و، ن    Huruf ini apabila bertemu dengan nun sukun atau tanwin maka pelafalannya dileburkan, namun akan berbeda ketika tdk bertemu dengan sukun atau tanwin tersebut, contoh:

ketika salah satu huruf idgham yaitu ya bertemu dengan nun sukun atau tanwin

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ – وَمَن يُطِيعِ اللهَ

 

Namun ketika huruf ya bertemu dengan selain nun sukun dan tanwin, maka cara membacanya berbeda pula.

إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ

Itulah sifat ‘aridhah yang tidak selalu melekat pada huruf, yaitu kadang-kadang ada dan kadang-kadang tidak ada.

 

Demikian disampaikan.

 

Ditulis oleh

Cecep Mulya Berliana (Abu Fauzan)

 

[1] Perlu diketahui oleh pembaca bahwa sifat dzatiyah inilah yang menjadi pusat bahasan kita tentang sifat-sifat huruf

[2] Lihat Hidayatul Qari ‘(I/99)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *