بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, setelah kita melewati berbagai rangkaian materi pengantar ilmu tajwid, tiba saatnya kita mempelajari sebuah matan yang didalamnya terdapat ringkasan-ringkasan kaidah-kaidah dasar tentang ilmu tajwid ini, dan matan tersebut dirangkai dengan bait-bait syair yang indah. Matan ini diberi nama oleh penulisnya dengan nama Tuhfatul Athfal. tuhfah artinya hadiah dan athfal, jamak dari tiflun, yang artinya anak anak. Dan kalau diterjemahkan dengan bahasa bebas Tuhfatul Athfal adalah hadiah bagi para pemula yang sedang mempelajari ilmu tajwid.

Telah berkata Penulis rahimahullah

بسم الله الرحمن الرحيم

Penulis rahimahullah memulai matannya dengan menyebut basmalah, Seuntai kalimat yang sangat mulia, begitu mudah dilafalkan serta mendatangkan keberkahan. Beliau memulai matannya dengan basmalah karena mengikuti Rabbnya, yang membuka kitab-Nya yang mulia dengan kalimat ini. demikian juga beliau mengikuti Nabi Sulaiman yang mengirimkan surat kepada Bilqis, dimana Nabi Sulaiman memulainya dengan kalimat ini pula. dan dengan basmalah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membuka surat-suratnya kepada para raja untuk mengajak mereka melakukan penghambaan diri hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Kemudian beliau berkata

دَوْماً سُلَيْمـانُ هُوَ الجَمْزُورِي

يَقـُولُ راَجـي رَحْمَـةِ الغَفُــورِ

Berkatalah orang yang senantiasa mengharapkan rahmat dari Yang Maha Pengampun, yaitu Sulaiman Al Jamzury

Penjelasan:

Beliau adalah As Syaikh Sulaiman bin Husain bin Muhammad bin Syalabiy Al Jamzuriy yang masyhur dengan nama Al afandi, yang lahir di kota Thantha Mesir, pada bulan Rabi’ul awal, tahun 1163 H, semoga sebaik-baik shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Jamzury merupakan penisbatan kepada Jamzur, sebuah kota (tempat) ayahnya tinggal, termasuk daerah di propinsi minufiyah yang jauhnya beberapa mil dari kota Thantha

Kemudian beliau berkata:

مُحَـمَّـدِ وآلـــهِ وَمَـنْ تَلا

الحَمْــدُ لله مُصَلَّيــاً عَلَـــي

Segala puji bagi Allah dengan bershalawat atas Muhammad beserta keluarga dan orang-orang yang mengikutinya

Penjelasan:

Penulis menyertakan shalawat kepada Nabi dalam matannya, ini merupakan sebuah alamat cintanya penulis kepada Nabi-nya shallallahu alaihi wa sallam, sebagaimana perkataan para ulama “barangsiapa yang mencintai sesuatu maka dia akan sering menyebutnya.

Dan Makna shalawat kepada Nabi Shallalahu ‘alaihi wa Sallam adalah meminta kepada Allah Ta’ala agar Dia memuji dan mengagungkan beliau shallalahu alaihi wa sallam di dunia dan di akhirat, di dunia dengan memuliakan penyebutan nama beliau shallallahu alaihi wa sallam, memenangkan agama dan mengokohkan syariat islam yang beliau bawa, dan di akhirat melipat gandakan pahala kebaikan beliau shallallahu alaihi wa sallam, memudahkan syafaat beliau kepada umatnya dan menampakkan keutamaan beliau pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk.

في النُّون والتَّنْوِينِ وَالمُــدُودِ

وَبـَعْدُ هَــــذاَ النَّظمُ لِلمُـرِيدِ

Nadzam ini diperuntukkan bagi seseorang yang menginginkan (sebuah pengetahuan) tentang hukum-hukum nun, tanwin dan mad

Penjelasan:

Dengan menulis ringkasan kaidah-kaidah tajwid ini, beliau berharap agar ilmu yang disampaikan melalui bait syair ini dapat dengan mudah diingat dan dipahami oleh para penuntut ilmu yang berkeinginan kuat untuk menguasai dasar-dasar ilmu tajwid secara kokoh, baik teori maupun praktek.

عَنْ شَيْخنَا الْميهيَّ ذي الكمـال

سَمَّيْتُــهُ بِتُحْفَــــة الأَطْفَـالِ

Aku Namakan dengan Tuhfatul  Athfal, dari Syaikh kami Al Mihiyi yang memiliki kesempurnaan

Penjelasan:

Beliau adalah As Syaikh Nuruddin Ali bin Umar bin Naji bin Fanisy Al Mihiy, penisbatan kepada kotanya (yang bernama) Al Mih. Beliau rahimahullah dilahirkan tahun 1139H. Di kota tersebut beliau membaca Al Qur’an kemudian menyempurnakan ta’lim di Al Azhar, setelah itu beliau rihlah ke kota Thanta dan menetap disana

Kemudian beliau berkata:

والأجْـرَ والقَبُولَ وَالثَّوابـــَا

أرجُــو بِـــهِ أنْ ينْفَعَ الطُّلابَا

Aku berharap (nadham ini) bermanfaat untuk para penuntut ilmu,(sehingga Allah memberikan) ganjaran penerimaan dan pahala

Penjelasan:

Di bait terakhir pada bab muqaddimah diatas, penulis berharap agar buah karyanya ini bermanfaat bagi para penuntut ilmu yang sedang mempelajari Al Qur’an, berharap pula kaidah-kaidah dasar tentang ilmu tajwid dari matan ini dapat dengan mudah diaplikasikan, dikarenakan ringkas dan mudahnya untuk dihafal serta dipraktekkan .

Hanya kepada Allah kita berharap ganjaran dan pahalanya.

 

Demikian moqaddimah dari matan tuhfatul athaf ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here