+62xx xxxx xxxx admin@adz-dzikru.com

Shalat Sunnah Rawatib dan Witir

Disyari’atkan bagi setiap muslim dan muslimah untuk shalat sunnah 4 raka’at sebelum Zhuhur dan 2 raka’at sesudahnya, 2 raka’at sesudah Maghrib, 2 raka’at sesudah ‘Isya’, dan 2 raka’at sebelum Shubuh. Semuanya berjumlah 12 raka’at.

Shalat Sunnah ini disebut Rawatib, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam selalu melaksanakannya ketika tidak sedang dalam perjalanan.

Adapun jika dalam perjalanan, beliau tidak melaksanakannya kecuali shalat Sunnah sebelum Shubuh dan shalat Witir. Beliau tetap melaksanakan keduanya, baik dalam perjalanan atau sedang mukim.

Yang lebih utama shalat Sunnah Rawatib dan shalat Witir ini dilaksanakan di rumah. Namun jika dilaksanakan di masjid juga tidak apa-apa. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

عن زيد بن ثابت رضي الله عنه أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلّم قال : (( عَلَيْكُمْ بِالصَلَاةِ فِيْ بُيُوْتِكُمْ ، فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ المَرْءِ فِيْ بَيْتِهِ إلَّا الصَلَاةَ المَكْتُوْبَةَ ))

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Hendaknya kalian mengerjakan salat di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat maktubah (fardhu).(H.R. Muslim [781/213])

Menjaga shalat Sunnah Rawatib tersebut (melaksanakannya dengan istiqomah) termasuk salah satu sebab masuk surga. Dari Ummu Habibah Ummul Mukminin Radliyallaahu ‘anha, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ صَلَّى اِثْنَتَا عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي اَلْجَنَّةِ

“Barangsiapa melakukan shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di surga.” (HR. Muslim dalam Shahihnya [1199]) Dalam riwayat lain ada tambahan, “Shalat Sunnat.”

 

Jika melaksanakan shalat Sunnah empat raka’at sebelum Ashar, dua raka’at sebelum Maghrib, dan dua raka’at sebelum ‘Isya’, itu juga bagus, karena Hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tentang masalah itu juga shahih.

Hadits yang berkenaan dengan shalat Rawatib 4 raka’at sebelum shalat ‘Ashar adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:

“Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang shalat 4 raka’at sebelum shalat Ashar.” (H.R. Ahmad [2/117], Abu Dawud [1271] , dan Tirmidzi [430]. Hadits ini shahih menurut Ibnu Khuzaimah [2/206] dari Ibnu ‘Umar.

 

Hadits yang berkenaan dengan shalat Rawatib 2 raka’at sebelum shalat Maghrib adalah Hadits ‘Aisyah yang marfu’:

Dalam Shahih Bukhari disebutkan,

صَلُّوا قَبْلَ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ – قَالَ فِى الثَّالِثَةِ – لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً

Shalat sunnahlah sebelum Maghrib, beliau mengulangnya sampai tiga kali dan mengucapkan pada ucapan ketiga, “Bagi siapa yang mau, karena dikhawatirkan hal ini dijadikan sunnah.” (HR. Bukhari no. 1183) dan Muslim [838/304].

 

Hadits yang berkenaan dengan shalat Sunnah dua raka’at sebelum Isya’ , masuk dalam keumuman sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ – ثَلاَثًا – لِمَنْ شَاءَ

Antara adzan dan iqamat itu terdapat shalat –Rasul mengulanginya tiga kali- bagi siapa yang berkehendak.” (HR. Al-Bukhari[627] dan Muslim[838], dari ‘Abdullah bin Mughaffal)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top