بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, setelah kita mengetahui tentang pembagian sifat pada huruf, yaitu sifat dzatiyah beserta pembagiannya dan sifat ‘ardhiyah. Selanjutnya kita akan membahas secara rinci tentang sifat dzatiyah yang memiliki lawan dan yang tidak memiliki lawan. Kita bahas sifat dzatiyah yang memiliki lawan terlebih dahulu

Sifat dzatiyah yang memiliki lawan diantaranya:

  1. Hams >< Jahr
  2. Syiddah >< Rakhawah/Rikhwah
  3. Isti’la >< Istifal
  4. Ithbaq >< Infitah

Dan apabila dijumlahkan seluruh sifatnya berjumlah 8. dan pada kesempatan ini, in Syaa Allah yang kita bahas adalah 4 sifat/2 sifat yang berlawanan terlebih dahulu yaitu sifat Hams >< jahr dan sifat Rakhawah/Rikhwah >< Syiddah

 

yang pertama adalah Hams >< Jahr

Hams

Jahr

Menurut Bahasa, hams adalah khafa (tersembunyi). Adapun menurut istilah adalah:

اَلْخَفَاءُ فِي السَّمْعِ نَتِيْجَةً اِنْفِتَاحِ الْوَتَرَيْنِ الصَّوْتَيْنِ عَدَمِ اِهْتِزَازِهِمَا ، وَجَرَيَانٍ كَثِيرٍ لِهَوَاءِ النَّفَسِ

“Samarnya suara pada pendengaran akibat terbukanya dua pita suara, tidak ada getaran pada keduanya, serta banyaknya nafas yang mengalir”.[1]

Jadi ciri-ciri dari sifat ini adalah

1.       Suaranya samar

2.       Dua pita suara terbuka

3.       Tidak ada getaran pada kedua pita suara tersebut ketika melafalkannya

4.       Banyak nafas yang mengalir

Dan hurufnya ada10 yaitu: dirangkai menjadi

فَحَثَهُ شَخْصٌ سَكَتْ

Lawan dari Hams adalah Jahr. Menurut Bahasa Jahr adalah jelas. Adapun menurut istilah adalah:

اَلْوُضُوحُ فِي السَّمْعِ نَتِيْجَةً تَضَامِّ الْوَتَرَيْنِ الصَّوْتَيْنِ وَاهْتِزَازِ هِمَا وَانْحِبَاسِ كَثِيرٍ لِهَوَاءِ النَّفَسِ

“Kejelasan (suara) pada pendengaran akibat menutupnya dua pita suara, dan adanya getaran pada keduanya serta banyaknya udara yang tertahan”.[2]

Sifat ini berlawanan dengan sifat hams yaitu:

1.       Suaranya terdengar jelas

2.       Dua pita suara tertutup

3.       Ada getaran Ketika melafalkannya

4.       Banyaknya udara yang tertahan

Dan hurufnya adalah sisa huruf-huruf hams, yang jumlahnya ada 19

Contoh:

أَفْ  أَحْ  أَثْ  أَهْ  أَشْ  أَخْ  أَصْ  أَسْ  أَكْ  أَتْ

Contoh

أَأْ  أَبْ  أَجْ   أَدْ   أَرْ   أَعْ   أَلْ   أَمْ   أَنْ

Sukun Diakhir Kata

Sukun Diakhir Kata

حَدِيثٍ

بَيْتٍ

إِلَيْكَ

خَوْفٌ

أَلِيمٌ

جُنُودٌ

حِسَابَ

جَاءَ

Sukun Ditengah Kata

Sukun Ditengah Kata

يَثْنُونَ

يَتْلُونَ

أَكْبَرُ

أَفْتَرَى

مَمْدُودًا

تَدْمِيرًا

تَبْتِيلَا

رُءْيًا

Ketika berharakat

Ketika berharakat

ثَمَنَا

تُبْدُونَ

نَكِيرِ

فَهُمْ

يَوْمَئِذٍ

أَنْدَادًا

بُهْتًانٌ

أَلِيمٌ

 

 

yang kedua adalah Rakhawah >< Syiddah

 

Syiddah

Rakhawah/Rikhwah

Menurut Bahasa, syiddah adalah al Quwwah (kuat). Adapun menurut istilah adalah

اِنْحِبَاسُ جَرَيَانِ الصَّوْتِ نَتِيْجَةً غَلْقِ الْمَخْرَجِ

“Tertahannya aliran suara akibat dari tertutupnya makhraj.”

 

Jadi ciri-ciri dari sifat ini adalah

1.       Aliran suara ketika dilafalkan tertahan

2.       Makhraj tertutup

 

Dan hurufnya ada 8 :

أَجِدْ قَطٍ بَكَتْ

Menurut Bahasa, rakhawah adalah al lin (lunak) Adapun menurut istilah adalah

جَرَيَانُ الصَّوتِ عِنْدَ مُرُورِهِ فِي الْمَخْرَجِ

“Mengalirnya suara ketika melewati makhraj

 

Dan ciri-ciri dari sifat rakhawah ini adalah

1.       Mengalirnya suara Ketika dilafalkan

2.       Kemudian makhraj tidak tertutup

 

Dan hurufnya ada 15 (selain huruf syiddah dan tawassuth)

 

 

أَأْ   أَجْ   أَدْ   أَقْ   أَطْ   أَبْ   أَكْ   أَتْ

أَخْ  أَغْ   أَشْ   أَصْ   أَذْ   أَظْ

Sukun Diakhir Kata

Sukun Diakhir Kata

جُنُودٌ

اَلْفَلَق

نُكَذِّبُ

غُثَاءً

غَلِيظَ

كَالْفَرَاشِ

حَنِيذٍ

يُنْفَخُ

Sukun Ditengah Kata

Sukun Ditengah Kata

مُدْخَلَا

اِقْرَأ

تَبْتِيلَا

جِئْنَا

تُظْهِرُونَ

رُشْدًا

بِإِذْنِ

يَخْلُقُ

Ketika berharakat

Ketika berharakat

دَاخِرِينَ

قِيْلَا

رُهْبَانَ

أُسَارَى

تَظَاهَرُونَ

شُهَدَآءَ

ذَالِكُم

الْخِيَرَةُ

 

 

Sifat Bainiyah (Tawassuth)

Diantara sifat syiddah dan sifat rakhawah/rikhwah terdapat sifat tawassuth. Sifat tawassuth memiliki karakteristik yang bersifat pertengahan, dan ia disebut juga sifat bainiyah.

 

Menurut Bahasa, bainiyyah adalah I’tidal yang artinya pertengahan. Adapun menurut istilah adalah:

هِيَ اَلْجَرَيَانُ اَلْجُزْئِيُّ لِلصَّوْتِ فِي مَخْرَجِ الْحَرْفِ بِسَبَبِ عَدَمِ كَمَالِ غَلْقِهِ

“Mengalirnya bagian tertentu bagi suara pada makhraj huruf karena menutupnya tidak sempurna.”[3]

Suara mengalir sedikit

Jumlah huruf tawassuth ada 5 yaituل ن ع م ر

أَلْ   أَنْ   أَعْ   أَمْ   أَرْ

Sukun Diakhir Kata

النَّارَ

الْعَالَمِينَ

عَلِيمٌ

مَّنَعَ

Sukun Ditengah Kata

أَرْبَعِينَ

أَنْعَمْتَ

الْحَمْدُ

تَعْلَمْ

Ketika berharakat

رَبَّنَا

نَارًا

مُهْتَدِينَ

عَلِمَ

 

 

Demikian disampaikan

 

Ditulis & disusun oleh:

Cecep Mulya Berliana (Abu Fauzan)

 

[1] Hilyatut Tilawah (hal. 119)

[2] Idem

[3] Hilyatut Tilawah (hal. 125)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *