بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحَابَتِه أجمعين ، والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ikhwanil Kiram, telah berlalu pembahasan kita mengenai sifat dzatiyah yang memiliki lawan beserta latihan beberapa sifat-sifatnya, selanjutnya, bi’idznillahi Ta’ala kita akan membahas tentang sifat dzatiyah yang tidak memiliki lawan.

 

Sifat dzatiyah yang tidak memiliki lawan ada 8, yaitu:

  1. Shafir
  2. Qalqalah
  3. Liin
  4. Inhiraf
  5. Takrir
  6. Tafasysyi
  7. Istithaalah
  8. Ghunnah

 

  1. Sifat Shafir

Menurut Bahasa, shafir adalah hiddatush shaut (ketajaman suara).

Adapun shafir  menurut istilah adalah

حِدَّةٌ فِي صَوْتِ الْحَرْفِ تَنْشَأُ عَنْ مُرُورِهِ فِي مَجْرىً ضَيِّقٍ

“Ketajaman suara dari huruf yang muncul karena melewati tempat yang sempit”.[1]

 

Jumlah huruf shafir ada 3 yaitu

س ، ص ، ز

Contoh:

فَازَ

مَنَاصٍ

النَّاسِ

Sukun Diakhir Kata

وَالْأَزْلَام

يَصْدِفُونَ

أَسْلَفَتْ

Sukun Ditengah Kata

زِينَةَ

وَصَابِرُوا

سَآئِلٌ

Ketika Berharakat

  1. Sifat Qalqalah

Menurut Bahasa, qalqalah adalah al-idhthirab (bergetar atau berguncang) adapun menurut istilah adalah:

إِخْرَاجُ الْحَرْفِ الْمُقَلْقَلِ – حَالَةَ سُكُونِهِ – بِالتَّبَاعُدِ بَيْنَ طَرَفِي عُضْوِ النُّطْقِ دُونَ أَنْ يُصَاحِبَهُ شَائِبَةُ حَرَكَةٍ الثَّلاَثِ

“Mengeluarkan huruf yang diqalqalahkan ketika sukun dengan menjauhkan dua sisi anggota (alat) ucap tanpa dipengaruhi salah satu dari harakat yang tiga (fathah, dhammah & kasrah)”.[2]

Jumlah hurufnya ada 5, yaitu:

ق ، ط ، ب ، ج ، د

Semua huruf tersebut terkumpul dalam ungkapan

قُطْبُ جَدٍ

Contoh

أَدْبَرَ

وَأَجْدَرُ

أَبْصَارِهِمْ

أَطْفَأَهَا

أَقْبَلْ

Huruf yang diqalqalahkan di tengah kata

أَحَدٌ

مَّرِيجٍ

لَّازِبِ

مُحِيطٌ

أَبَقَ

Huruf yang diqalqalahkan di akhir kata tanpa tasydid

أَشَدُّ

اَلْحَجَّ

وَتَبَّ

الْحَقَّ

Huruf yang diqalqalahkan di akhir kata bertasydid

 

  1. Sifat Lin

Menurut Bahasa, lin adalah As Suhulah (mudah) adapun menurut istilah adalah

صِفَةٌ أُطْلِقَتْ عَلَى الوَاوِ وَ الْيَاءِ السَّاكِنَتَيْنِ ، الْمَفْتُوحُ مَا قَبْلَهُمَا بِسَبَبِ سُهُولَتِهَا فِي الْمَخْرَجِ

“Sifat yang dimutlakkan untuk huruf wau sukun dan ya sukun yang sebelumnya berharakat fathah sebab kemudahannya (tidak berat) pada makhraj.”[3]

Jumlah huruf lin ada 2, yaitu :

و ، ي

 

Contoh

خَوْفٌ

يَوْمِ

و

الصَّيْفِ

قُرَيْشٍ

ي

 

 

  1. Sifat Inhiraf

Menurut Bahasa, inhiraf adalah al mail wal udul (condong dan menyimpang). Adapun menurut istilah adalah

مِيْلُ صَوْتِ الْحَرْفِ لِعَدَمِ كَمَالِ جَرَيَانِهِ بِسَبَبِ اِعْتِرَاضِ اللِّسَانِ طَرِيقَهُ

“Menyimpangnya suara huruf karena mengalirnya tidak sempurna dengan sebab jalannya terhalangi oleh lidah.”[4]

 

Jumlah hurufnya ada 2 yaitu:

ل ، ر

Catatan:

  • Inhiraf-nya suara huruf lam adalah kesamping lisan karena jalannya tertahan oleh ujung lidah
  • Adapun inhiraf-nya suara huruf ra dari samping ke tengah lisan

 

لَيْلَةُ الْقَدْرِ

أُبْلِسُوا

عَمِلُو الصَّالِحَاتِ

لِلْيُسْرَى

ل

فَتَمَارَوا

رِجَالٌ

رُجُوْمًا

كَزَرْعٍ

ر

 

Demikian disampaikan.

 

 

Ditulis oleh:

Cecep Mulya Berliana (Abu Fauzan)

 

 

[1] Hilyatut Tilawah (hal. 137)

[2] Hilyatut Tilawah (hal. 138)

[3] Hilyatut Tilawah (hal. 146)

[4] Hilyatut Tilawah (hal. 143)

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *